We Are in

Pemenang Event Dadakan, 25 April 2012



Ini dia para pemenang yang mengikuti event dadakan dalam rangka memperingati ulang tahun Asma Nurul Hidayatun Nisa yang pertama.

Untuk pemenang FF yang dipilih oleh Tha Artha adalah :
HARI ULANG TAHUN ASMA

Anisa terlihat sangat cepat mengayunkan kakinya, terburu-buru senja itu. Setelah keluar dari sebuah toko kue dengan membawa bungkusan ukuran sedang, yang dijinjing oleh tangan kirinya. Anisa sering terlihat begini, pulang di saat azan maghrib berkumandang setelah dua tahun yang lalu Farhat suaminya lebih dulu menghadap Yang Kuasa. Dia melakukan semuanya sendiri. Bahkan untuk mencari sesuap nasi, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Demi anak tercintanya Asma. Anisa yakin, sekarang buah hatinya itu sedang gelisah menunggu kepulangannya.
“Sepertinya Ibu sudah lupa hari ulang tahunku,” gumam Asma.


Asma beranjak dari ranjang. Lalu duduk di kursi belajarnya. Dia ambil secarik kertas dan menggoreskan kegelisahannya itu.

Dia menatap pintu kamarnya yang masih bisu. Tetap saja belum ada panggilan atau ketukan Ibunya dari sana.
Asma tertidur. Kegelisahan telah membuat kantuk menggerayangi matanya. Kini ia sudah menyulam mimpinya.

“Asma, Nak. Ibu pulang!”


Anisa langsung menuju ke kamar Asma, ketika tidak ada sahutan dari mulut anaknya itu.

Anisa membuka pintu, masuk. Agak terkejut ketika melihat Asma sudah terlelap, pulas di meja belajarnya sambil duduk. Matanya langsung tertuju pada secarik kertas.

Ayah, Ayah apa kabar? Aku sedang sedih. Karena sampai hari ini menjelang besok ulang tahunku. Ibu belum saja membahasnya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Apakah Ibu sudah lupa dan tidak sayang lagi padaku? Ayah, tolong beritahu Ibu. Agar Ibu tidak lupa hari ulang tahunku.


Matanya berkaca-kaca, lalu Anisa segera mengusapnya. Tidak ingin mengganggu peri kecilnya itu yang sedang terlelap.

Lalu ia mengangkat tubuh mungil Asma ke ranjang, dan mengecup keningnya.

“Selamat malam, peri kecilku,” bisik Anisa.


***


“Asma bangun Nak, sudah pagi. Kamu harus sekolahkan Nak?”

“Kenapa suara Ibu sangat keras. Tidak selembut biasanya,” batin Asma. Sambil masih menutup matanya. Malas.

“Asma,” lanjut Anisa.
Asma membuka kelopak matanya. Ternyata suara itu jauh. Ibunya benar-benar tidak membangunkannya di kamar lagi. Ibunya sudah berubah, dan melupakan hari istimewanya.
“Ibu tidak sayang lagi kepadaku,” batinnya.
Asma kesal. Dia beranjak dari tempat pembaringannya dan mengambil handuk. Asma ingin langsung mandi.
Tetapi alangkah terkejutnya Asma ketika ia membuka pintu kamarnya.
“Selamat ulang tahun, Ibu ucapkan. Selamat sejahtera Ibukan do’akan,” Anisa bernyanyi dan memamerkan senyum bahagia, sambil membawa kue tar. Lengkap dengan lilin angka sepuluh.
Asma tertegun, bola matanya seketika berair. Berebut ingin menetes.
“Selamat ulang tahun Asma. Peri kecil Ibu,” lanjutnya.
Asma tidak bisa berucap, terharu.
“Sekarang ayo tiup lilinnya ya sayang,” kata Anisa sambil menyesuaikan posisinya dengan tinggi badan anaknya itu.
Asma meniup lilin itu sambil bibirnya bergetar. Asma bahagia, terharu. Asma langsung memeluk Ibunya.
“Ibu ternyata masih sayang sama aku,” tangisnya memecah di pelukan Anisa. Cairannya membasahi baju yang Anisa kenakan.
“Sayang, dengarkan Ibu. Ibu akan menyayangi kamu sampai kapanpun, tidak ada batasnya. Jadi Asma jangan khawatir ya sayang,” jawab Anisa sambil menahan isakannya.
“Kamu percayakan sayang?” lanjutnya.
Asma tak sanggup menjawab. Dia hanya mengangguk. Anisa semakin erat memeluk peri kecilnya itu. Dan ingin memeluknya sampai kapanpun.

Untuk pemenang puisi yang dipilih oleh Dedefirman adalah:
Puisi-Kado Terindah untuk Asma

Sayang...
Selamat mengulang hari lahirmu
Tersenyumlah selagi kau tak tau makna sebenarnya
Tertawalah sembari terus mengukir mimpi-mimpimu
Biar kupersiapkan kado untukmu.

Sayang..
Kau masih terlalu dini untuk tahu tentang rahasia Tuhan
Maka biar Bunda saja yang tahu catatan azalimu
Karena kau belum tahu
Bertambah umurmu samadengan berkurang usiamu
Dan, Bunda tak mau mengajarkan itu sekarang.

Sayang...
Selamat ulang tahun.
Bunda hanya mengajarimu bagaimana memulai hidup
selanjutnya kau sendiri yang melangkah
Bunda hanya disisimu selalu
Menjelma menjadi malaikat tak bersayap untukmu.

Sayang...
Kau tahu?
Kado terindah dari Bunda ialah :
Segala Doa yang dikabul Tuhan
Seluruh harap yang diamini malaikat
Semua permohonan yang di-iya-kan makhlukNya
Serta segenap Ridho Bunda yang diridhoi pula olehNya..

Ini, Kado terindah untukmu sayang.
Asma-buah hatiku. :)
Untuk pemenang ucapan yang dipilih oleh Anisa Ae adalah :
Happy birthday ya dek. Semoga kamu makin lucu, cantik dan pinter. Hari ini, tepat dimana hari Bundamu mempertaruhkan nyawanya untuk kamu. Bertarung untuk bisa membuatmu menikmati dunia yang indah ini. Jangan sia-siakan semua pengorbanan Bundamu itu ya dek. Bundamu selalu bertahan sampai detik ini, demi kamu dan kebahagiaanmu. Buat dia bangga ya dek, buat dia mencium pipimu sambil menangis haru karena keberhasilanmu nanti, Amin.
Untuk Asep Fauzi Sastra, Niesha Pinky, dan Is Susanti, harap sms ke 085732631400 untuk konfirmasi pengiriman hadiahnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemenang Event Dadakan, 25 April 2012"

Posting Komentar