We Are in

Kutemukan Cahaya di Bumi Farmosa - Justto Lasso

IDR Rp. 40.000,-
Judul Buku Kutemukan Cahaya di Bumi Farmosa
Ukuran Buku 13x19cm
Tebal viii + 208 halaman
Penulis Justto Lasso
Stok POD (Print On Demand)

Detail Buku:


Judul               : Kutemukan Cahaya di Bumi Farmosa
Pengarang      : Justto Lasoo
Ukuran           : 13x19
Tebal              : viii + 208 halaman
Harga             : 40.000

PEMESANAN :
Ketik:  BUMI FARMOSA # NAMA LENGKAP # ALAMAT LENGKAP # JUMLAH # NO TELP
Kirim ke : 085103414877 / 0341-2414877

Endors depan:
“Justto mampu menguras emosi pembaca dengan pemilihan diksi yang dimilikinya. Selamat untuk penulis muda berbakat dari kalangan BMI  Taiwan.”
-Pipiet Senja: novelis Indonesia


Blurb:  
“Cinta sejati itu mendatangi. Sejauh apa pun pergi, maka dia akan kembali ketika tiba masanya. Cinta sejati itu memberi, juga menerima. Memberi semua yang dipunya, serta menerima semua yang diberi. Cinta sejati itu mencari, bukan hanya diam menunggu.”

Inilah kisah mengharu biru tentang perjuangan seorang perempuan bernama Ning. Adalah sebuah keputusan besar ketika dia harus mempertaruhkan nasib menjadi tenaga kerja asing di Bumi Formosa. Di sinilah, semua bermula: hidup jauh dari keluarga, kampung halaman, tentang cinta, dan pengorbanan. Namun, siapa duga, meski telah jauh melangkah, kenangan-kenangan pahit masa lalu itu masih membekas dan menghitam dalam ingatan.
Lantas, bagaimana Ning harus bertahan? Adakah seberkas cahaya masih tersisa untuknya? Temukanlah lika-liku hidup dalam kisah heroiknya.

***

“Saya kira novel bernas yang mengajak kita merenungi pilihan hidup ini memang patut mendapatkan perhatian.”
—Sunlie Thomas Alexander: penulis.

“Sebuah kisah yang mengharukan sekaligus menguatkan jiwa. Novel ini mengingatkan kita agar selalu menyandarkan suka-duka kepada-Nya. Bacalah dan buktikan!”
—Irja Nasrullah: ketua FLP Mesir 2012—2013 dan penulis novel “Mukjizat Setangkup Kasih”.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kutemukan Cahaya di Bumi Farmosa - Justto Lasso"

Posting Komentar